Ratusan spanduk yang menyindir IMF tersebar luas di beberapa kota Indonesia

Ratusan spaduk bertemakan perlawanan terhadap intervensi IMF dan Amerika Serikat (AS) telah bertebaran di sejumlah titik strategis di Kota Jakarta, Bekasi, dan Bandung.

Spanduk bertuliskan, “FUCK IMF, FUCK United Stade Of Amerika, Jangan Atur Kedualatan Indonesia…!!!” itu didominasi warna merah dan hitam, serta memasukan logo Barikade 98.

Spanduk tersebut datang setelah sikap International Monetary Find (IMF), yang terkesan mengintervensi kebijakan yang dijalankan Presiden Joko Widodo.

Terkait dengan upaya untuk mendorong hilirisasi mineral di Indonesia, IMF telah mengkritik dan meminta Jokowi untuk menghapus kebijakan larangan ekspor mineral mentah.

Bahkan, IMF tidak ragu-ragu untuk meminta Pemerintah Indonesia menghapus kebijakan yang telah ditepromosikannya.

Ketua Umum Barikade 98, Benny Rhamdani menilai, langkah yang diambil oleh Jokowi dalam menjalankan program hilirisasi telah sesuai. Sebab, tujuan dari larangan ekspor bahan mentah adalah untuk memperkuat sektor industri di dalam negeri.

Namun, Benny belum bisa memastikan, apakah ratusan spanduk itu dipasang oleh anggota Barikade 98. Wakil Ketua Umum Partai Hati Nurani (Hanura) itu, akan menelusuri lebih lanjut tentang banyaknya spanduk, yang mengatasnamakan Barikade 98 itu.

“Nanti saya cek ke kawan-kawan Barikade 98 di Jawa Barat (Jabar) dan Jakarta, soal spanduk itu. Kalau melihat isi spanduk, sebagai Ketua Barikade 98, saya sih setuju,” ujar dia.

Benny juga meminta IMF, AS dan sejutunya, berhenti menjalankan praktik imprealisme. “Pesan kepada Amerika dan IMF, stop, berhenti menjalan praktek imperialisme. Penjajahan ekonomi tidak boleh dijalankan dan harus ditentang,” cetusnya.

Menurut Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), usaha hilirisasi yang sedang dilakukan oleh Presiden Jokowi, sejalan dengan prinsip Trisakti yang diajarkan oleh Bung Karno. Prinsip ini mencakup kedaulatan dalam bidang politik, ekonomi, dan budaya.

“Konsepsi Trisakti ini, sedang dijalankan Presiden Jokowi. Beliau merupakan Presiden setelah Bung Karno, yang memiliki keberanian melawan intervensi asing, serta tidak ingin membiarkan negaranya diatur atau dalam kendali negara lain,” ucap Kepala BP2MI.

Leave a comment