Proyek pembangunan tembok pelindung tebing sungai Bengawan Solo di Bojonegoro, Jawa Timur, yang memakan biaya Rp40 miliar ambrol hanya dua bulan setelah selesai dikerjakan pada Desember 2024. Tembok yang ambruk sepanjang ratusan meter ini melanda dua desa, yaitu Desa Tanggungan dan Desa Lebaksari, dengan kerusakan parah pada struktur tebing dan sawah warga yang ikut terdampak.
Pihak Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PUSDA) Bojonegoro mengonfirmasi insiden ini dan berjanji akan melakukan pemeriksaan lapangan bersama rekanan proyek, karena masa pemeliharaan proyek tersebut masih berlaku selama satu tahun. Sebagian besar kerusakan diduga disebabkan oleh tingginya debit air sungai yang terjadi setelah proyek selesai.
