Bill Gates menyoroti dampak besar yang ditimbulkan oleh produksi minyak sawit, terutama di Indonesia dan Malaysia, yang menyebabkan penggundulan hutan di daerah khatulistiwa. Proses ini tidak hanya merusak keanekaragaman alam, tetapi juga berkontribusi pada 1,4% emisi global, setara dengan industri penerbangan dunia.
Meskipun minyak sawit sangat serbaguna dan sulit digantikan, Gates mengungkapkan bahwa ada perusahaan seperti C16 Biosciences yang mengembangkan alternatif minyak sawit ramah lingkungan menggunakan proses fermentasi mikroba, tanpa melibatkan pertanian atau merusak alam. Menurut Gates, meski minyak sawit tidak bisa sepenuhnya digantikan, pengembangan alternatif yang lebih berkelanjutan sangat penting untuk mengurangi dampak buruk terhadap lingkungan.
C16 Biosciences, yang mengembangkan produk dari mikroba ragi liar, telah menciptakan minyak yang secara kimiawi mirip dengan minyak sawit namun lebih ramah lingkungan karena diproduksi di laboratorium tanpa emisi. Ini menjadi langkah positif dalam mencari solusi bagi masalah yang dihadapi oleh industri sawit saat ini.
