Jakarta, 6 Februari 2025 – Indonesia Capital Market Student Studies (ICMSS) kembali menggelar Seminar Pasar Modal dalam rangkaian acara tahunannya yang ke-24. Sebagai salah satu acara pasar modal terbesar yang diselenggarakan oleh mahasiswa Manajemen Universitas Indonesia, ICMSS bertujuan memberikan edukasi kepada investor muda mengenai dinamika pasar modal dan investasi. Tahun ini, seminar tersebut mengangkat tema besar “The Ascendant Resurgence: Catalyzing Market Prestige Across Horizon Shifts.”
Acara ini terdiri dari tiga sesi utama yang menghadirkan para pembicara ternama di bidang ekonomi dan keuangan. Pada sesi pertama, yang bertajuk Empowering Growth: Paving a Path for Lasting Development, Bapak Fithra Faisal (Economic Advisor di PT. Samuel Sekuritas) dan Winang Budoyo (Chief Economist di Bank Tabungan Negara) membahas strategi ekonomi untuk pertumbuhan berkelanjutan. Keduanya menyoroti peran sektor keuangan dalam mendukung perkembangan ekonomi jangka panjang serta strategi dalam menciptakan lingkungan investasi yang kondusif.
Sesi kedua, dengan tema The Market’s New Frontier: The Outlook for Indonesia’s Blue Chip Stocks, menghadirkan para pakar seperti Indra Marpaung, Oki Ramadhani, Genta, Iman, dan Ahmad Solihin. Diskusi ini berfokus pada prospek saham unggulan Indonesia, faktor-faktor yang memengaruhi kinerja emiten besar, serta strategi investasi yang dapat diterapkan dalam menghadapi dinamika pasar.
Sesi ketiga mengangkat topik The Future of Indonesia’s Accelerating Green Investment Landscapes, yang dibawakan oleh Nicko Yosafat, Itang Risdinar, Shirley Santoso, dan Luthfyana Larasati. Dalam sesi ini, para pembicara membahas tren investasi hijau di Indonesia, termasuk peluang dan tantangan yang dihadapi, serta kebijakan yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan melalui investasi ramah lingkungan.
Dalam konferensi pers, Genta menyoroti peran kecerdasan buatan (AI) dalam investasi. AI dinilai mampu membantu analisis teknikal, memahami tren pasar, serta memberikan rekomendasi investasi yang lebih akurat dan bebas bias. Selain itu, diskusi juga mengangkat pentingnya edukasi investasi bagi generasi muda, mengingat masih banyak investasi yang didominasi oleh old money.
Para pembicara menekankan bahwa dengan memahami pentingnya investasi sejak dini, generasi muda dapat mengelola keuangan mereka dengan lebih baik dan menghindari risiko inflasi yang mengurangi daya beli uang yang tidak diinvestasikan.
Sebagai panitia, ICMSS berharap rangkaian acara ini dapat memberikan wawasan yang bermanfaat bagi para peserta serta mendukung perkembangan industri pasar modal di Indonesia. Dengan adanya seminar ini, diharapkan semakin banyak investor muda yang memiliki pemahaman mendalam tentang investasi dan mampu mengambil keputusan yang cerdas dalam dunia pasar modal.
