Bill Maher sebut China sebagai ‘Islam baru’ dan kritik bahwa kalangan kiri tidak bisa jujur dengan ancaman yang akan ditimbulkan negara tersebut

Bill Maher, pembawa acara Real Time, menyebut China sebagai “Islam baru” dalam diskusi politik, mengkritik kesulitan yang dihadapi oleh kiri untuk mengkritik negara tersebut. Maher menyoroti kemajuan teknologi AI China dengan peluncuran DeepSeek dan membandingkannya dengan momen Sputnik bagi AS. Ia juga menanggapi teori asal-usul COVID-19 yang kini semakin diterima, yakni dari kebocoran di laboratorium Wuhan, yang sebelumnya dianggap rasis oleh beberapa media besar seperti The New York Times.

Maher mengungkapkan ketidaksenangannya terhadap sikap yang terkesan enggan mengkritik China karena alasan rasial. Ia menyatakan, “China melakukan beberapa hal buruk, dan kita harus mengakuinya.” Pembicaraan tersebut memicu perdebatan tentang kebijakan ideologis yang membatasi pemikiran jernih dalam politik saat ini.