Penampakan dari pangkalan Israel yang sedang dibangun di dalam wilayah Selatan Suriah

Israel mengumumkan akan mendirikan “zona pertahanan steril” di selatan Suriah setelah melancarkan sekitar 480 serangan udara dalam 48 jam terakhir, menargetkan situs militer penting di seluruh Suriah. Serangan ini bertujuan untuk menghancurkan gudang senjata, radar, dan depot amunisi, serta mencegah senjata jatuh ke tangan kelompok teroris. Pasukan Israel juga telah memasuki zona demiliterisasi di Gunung Hermon yang strategis, mengambil alih pos militer Suriah yang ditinggalkan.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengatakan bahwa zona ini akan diterapkan tanpa kehadiran pasukan permanen, namun berfungsi untuk menghindari pembentukan kelompok teroris di Suriah. Dengan penggulingan Presiden Bashar al-Assad dan kekosongan kekuasaan, Israel memanfaatkan situasi untuk memperluas pengaruhnya di kawasan, sementara dunia internasional tampaknya kurang menanggapi aksi ini.