Sebuah riset dari Stanford University menyebutkan Indonesia menempati posisi pertama sebagai negara dengan tingkat aktivitas jalan kaki terendah di dunia, dengan rata-rata hanya 3.531 langkah per hari. Angka ini mengalahkan negara-negara seperti Malaysia dan Filipina, yang masing-masing memiliki rata-rata 3.963 dan 4.008 langkah per hari.
Temuan ini memicu banyak reaksi netizen, yang menyebutkan bahwa masalah utama adalah kurangnya dukungan infrastruktur, seperti trotoar yang tidak memadai dan sering disalahgunakan oleh kendaraan dan pedagang kaki lima. Selain itu, banyak orang juga mengeluhkan soal keamanan dan kenyamanan berjalan kaki di Indonesia, yang sering kali terhalang oleh kendaraan dan suhu panas. Beberapa netizen bahkan menyebutkan bahwa trotoar lebih sering digunakan oleh motor, mobil, dan pedagang, membuat berjalan kaki menjadi sulit dan berbahaya.
