CEO Meta, Mark Zuckerberg, baru-baru ini mengungkapkan pendapat kontroversialnya tentang “energi maskulin” dalam budaya perusahaan. Dalam wawancara di podcast Joe Rogan, @zuck menyebutkan bahwa banyak perusahaan terlalu menghindari sifat maskulin tradisional seperti agresi, sehingga menciptakan budaya kerja yang “terlalu netral.”
Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara energi maskulin dan feminin agar perusahaan dapat berkembang. Meskipun mendukung kesetaraan gender, ia juga mengungkapkan bahwa sifat maskulin memiliki nilai yang perlu diterima dalam dunia kerja. Zuckerberg juga mengkritik kebijakan pemerintahan Biden yang menekan Meta selama pandemi Covid-19 untuk menghapus postingan yang dianggap berbahaya.
Ia menyebutkan bahwa pemerintah AS seharusnya melindungi perusahaan-perusahaan, bukan malah menyerang mereka. Selain itu, perubahan kebijakan Meta yang kontroversial, seperti pelonggaran moderasi konten dan pengurangan upaya keberagaman, telah menuai kritik karena dikhawatirkan akan meningkatkan ujaran kebencian dan menciptakan lingkungan yang kurang inklusif.
