Baru-baru ini, terjadi ketegangan antara pasukan IDF di Quneitra, selatan Syria, dan tim media internasional Al-Rad dari Mesir. Insiden ini menarik perhatian karena terjadi di Syria, bukan di kawasan sengketa tradisional seperti Tepi Barat atau Lebanon. IDF sangat ketat mengatur akses media di wilayah tersebut karena khawatir informasi yang bocor bisa dimanfaatkan oleh pihak musuh, serta menjaga stabilitas operasi militer di kawasan yang sensitif.
Meskipun media internasional berhak meliput, IDF memandang wilayah Quneitra sebagai area dengan kepentingan strategis tinggi. Keberadaan media di zona konflik ini bisa memperburuk ketegangan politik dan militer, sehingga IDF mengontrol ketat informasi yang keluar dari kawasan tersebut.
