Seorang wanita Palestina berusia 80 tahun, Halima Abu Leil, ditembak mati oleh pasukan Israel di kamp Balata, Nablus, saat ia pergi membeli bahan makanan pada Kamis pagi. Anaknya mengatakan Halima “jatuh berlutut” setelah ditembak enam kali oleh IDF, meskipun ia sudah tua dan menderita kanker, diabetes, serta tekanan darah tinggi. IDF mengklaim bahwa tembakan itu terjadi selama baku tembak dengan kelompok militan, dan bahwa warga sipil yang tidak terlibat juga menjadi korban.
Kematian Halima memicu kemarahan di kalangan penduduk setempat yang merasa bahwa tidak ada yang aman, bahkan anak-anak dan orang tua sekalipun. Sementara itu, meskipun ada peningkatan serangan dan pengawasan oleh IDF, banyak warga menganggap bahwa tindakan ini memperburuk ketegangan dan penderitaan mereka.
