Mossad, badan intelijen Israel, melancarkan operasi cerdik pada tahun 2022 untuk menipu kelompok perlawanan Lebanon dengan menjual pager yang telah dimodifikasi menjadi bom. Kelompok perlawanan Lebanon membeli perangkat tersebut tanpa menyadari bahwa mereka sedang bertransaksi dengan Mossad.
Pada [17/9] 2024, Mossad mengaktifkan bom tersembunyi di dalam pager, yang meledak di tangan para teroris Hezbollah di Lebanon, menyebabkan kerusakan besar, dengan sekitar 30 orang tewas dan 3.000 lainnya terluka. Tujuan dari serangan ini bukan untuk membunuh, tetapi untuk melukai dan melemahkan moral Kelompok perlawanan Lebanon serta menyebarkan rasa ketakutan di kalangan mereka.
Operasi ini juga berdampak luas, melemahkan pengaruh Iran di Timur Tengah dan menurunkan kekuatan Hezbollah di Lebanon. Setelah serangan pager, pemimpin Kelompok perlawanan Lebanon, Hassan Nasrallah, terlihat kehilangan semangat, dan pasukannya meminta gencatan senjata. Serangan psikologis ini membuktikan superioritas Israel dalam perang melawan kelompok-kelompok teroris seperti Kelompok perlawanan Lebanon dan Kelompok Perlawanan Palestina, yang kini terisolasi setelah serangan ini.
