Mantan Presiden Israel, Reuven Rivlin, mengungkapkan bahwa hubungan antara Israel dan Ratu Elizabeth II “sulit” karena pandangannya terhadap negara Yahudi tersebut. Menurut Rivlin, Ratu Elizabeth percaya bahwa setiap orang Israel adalah teroris atau anak dari seorang teroris. Ratu Elizabeth juga menolak untuk menerima pejabat Israel di Istana Buckingham, kecuali pada acara internasional. Sebagai perbandingan, Rivlin menyatakan bahwa Raja Charles III selalu sangat ramah.
Selama memimpin Inggris, Ratu Elizabeth memiliki hubungan baik dengan tokoh-tokoh komunitas Yahudi dan pemimpin Israel, meskipun dia tidak pernah mengunjungi Israel. Sebaliknya, Pangeran Charles, yang kini menjadi Raja Charles III, mengunjungi Israel beberapa kali, termasuk untuk menghadiri pemakaman Yitzhak Rabin dan Shimon Peres, serta melakukan kunjungan resmi pada tahun 2020.
