Wakil Presiden Filipina, Sara Duterte, terang-terangan mengancam akan membunuh Presiden Filipina sekarang, Bongbong Marcos

Konflik Memanas antara Bongbong Marcos dan Sara Duterte. Wakil Presiden Filipina, Sara Duterte, membuat pernyataan mengejutkan dengan mengancam akan membunuh Presiden Ferdinand Marcos Jr. jika dirinya terbunuh terlebih dahulu. Ancaman ini muncul setelah ketegangan meningkat antara keduanya, terutama terkait dugaan penyalahgunaan dana di kantor Wakil Presiden dan pemangkasan anggaran oleh Ketua DPR, Martin Romualdez, yang juga sepupu Marcos. 

Dalam pernyataannya, Sara mengaku sudah memberi instruksi kepada seorang pembunuh untuk menyerang Bongbong dan beberapa tokoh penting lainnya.Hubungan antara dua keluarga politik terbesar di Filipina, yang sebelumnya bersatu dalam koalisi pemilu 2022, kini semakin rusak. 

Sara Duterte merasa dimanfaatkan setelah bekerja sama dengan Bongbong Marcos, dan pada Juni 2024, ia mengundurkan diri sebagai Menteri Pendidikan. Ketegangan semakin meningkat setelah Sara menyebut hubungan dengan Marcos sebagai “beracun” dan menuduh presiden serta pihak-pihak di sekitarnya terlibat dalam praktik korupsi.