Kelompok analis CCP Biothreats Initiative mengklaim bahwa Partai Komunis China (PKC) dan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) sedang aktif dalam pengembangan senjata revolusioner yang berpotensi mempengaruhi kinerja otak manusia.
“Tidak diketahui banyak orang, PKC dan PLA telah memantapkan diri mereka sebagai pemimpin dunia dalam pengembangan senjata neurostrike,” kata CCP Biothreats Initiative, seperti dikutip New York Post, Senin (17/7).
Kelompok CCP Biothreats Initiative terdiri dari individu-individu yang pernah menjadi ahli mikrobiologi dalam Angkatan Darat Amerika Serikat (AS), mantan perwira intelijen dalam Angkatan Udara AS, serta peneliti senior yang berbasis di National University of Singapore East Asian Institute.
Kelompok ini berpendapat bahwa China sedang merancang senjata yang memanfaatkan gelombang mikro dan energi terfokus untuk mengambil tindakan terhadap otak makhluk mamalia, termasuk manusia, dengan kemampuan untuk menyerang atau bahkan mengendalikannya.
“Namun, persenjataan ilmu saraf PKC jauh melampaui cakupan dan pemahaman senjata gelombang mikro klasik,” klaim mereka.
Tidak diberitahu secara detil mengenai karakteristik senjata ini, termasuk cara operasinya dalam dokumen berjumlah 12 halaman milik PKC itu. Namun, metode ini bisa menggangu pikiran personel militer hingga pejabat pemerintah.
Di samping itu, dalam dua tahun terakhir, Amerika Serikat (AS) telah mengklaim adanya lebih dari 1.500 insiden kesehatan yang aneh di antara para diplomatnya.
Mereka telah mengalami serangkaian gejala yang sulit dijelaskan, termasuk gangguan pendengaran, vertigo, mual, dan kondisi ‘kabut otak’. Kondisi ini dikenal juga sebagai ‘sindrom Havana’ karena insiden pertama kali dilaporkan oleh misi diplomatik AS di Kuba.
Namun, belum ada bukti yang mendukung apakah insiden tersebut disebabkan oleh tindakan musuh atau tidak.
Penilaian yang dikumpulkan dari tujuh lembaga intelijen Amerika Serikat (AS) pada Maret tahun ini telah memberikan pandangan bersama terkait sindrom ini. Lima dari lembaga tersebut secara konsisten menolak kemungkinan keterlibatan musuh AS dalam insiden yang telah dilaporkan.
Di sisi lain, dua lembaga intelijen AS lainnya berpendapat bahwa kemungkinan hal ini ‘sangat rendah’ dan menolak untuk membuat kesimpulan tegas.
Hasil penilaian juga menyimpulkan bahwa tidak ada bukti yang menunjukkan adanya musuh asing yang memiliki senjata yang dapat menyebabkan efek kesehatan sebagaimana yang telah dijelaskan.

Leave a comment