UNEXPLND — Pengacara Mathew Thomas Philip bekerja sama dengan grup pengacara lainnya untuk memberikan bantuan hukum kepada artis-artis lokal Malaysia dan promotor dalam mengajukan gugatan terhadap band The 1975.
Hal ini muncul sebagai akibat dari aksi Matty Healy dan Ross MacDonald dari The 1975 yang melakukan ciuman di atas panggung dalam acara Good Vibes Festival yang diadakan di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Jumat (20/7).
“Kami menaruh seluruh hati dan pikiran kami untuk melanjutkan draf mengambil langkah aksi (pro bono),” tulis Mathew lewat unggahan di Facebook pada Minggu (23/7).
“Jika ada informasi lebih lanjut yang mungkin Anda miliki dan berkaitan dengan The 1975, seperti lokasi aset mereka, silakan hubungi tim pro bono kami,” tulis sang pengacara seperti diberitakan The Star.
Tindakan tersebut diambil band itu sebagai bentuk protes atas ketidaksetujuan dengan negara Malaysia terhadap LGBTQ+. Dampak dari kejadian tersebut, pertunjukan The 1975 terpaksa berakhir setengah jam lebih awal.
“Kementerian telah menggarisbawahi pendiriannya yang teguh terhadap pihak mana pun yang menantang, mencemooh, atau bertentangan dengan hukum Malaysia,” kata Good Vibes Festival.
Healy tiba-tiba mengumumkan bahwa bandnya telah dilarang tampil di Malaysia. Selain itu, konser-konser di Indonesia dan Taiwan juga terpengaruh dan harus dibatalkan.
“Kementerian telah menggarisbawahi pendiriannya yang teguh terhadap pihak mana pun yang menantang, mencemooh, atau bertentangan dengan hukum Malaysia,” kata Good Vibes Festival.
Sehubungan dengan larangan yang diperintahkan Fahmi, Good Vibes Festival meminta maaf kepada para penonton, vendor, sponsor, dan juga rekanan penyelenggara festival.
Mereka bakal mengembalikan uang penonton yang sudah terlanjur membeli tiket Good Vibes Festival dalam waktu dekat.
Written by: Marvellino Bagus Adhinugroho

Leave a comment