Elon Musk Buat Aturan Kontroversial Baru di Twitter, Diduga untuk Membatasi Kritik Sebelum Pemilu Mendatang

Elon Musk Buat Aturan Kontroversial Baru di Twitter, Diduga untuk Membatasi Kritik Sebelum Pemilu Mendatang

Pemilik Twitter, Elon Musk, tengah jadi musuh masyarakat. Bagaimana tidak, miliarder yang juga bos di Tesla dan SpaceX itu mengumumkan aturan baru yang mencengangkan dan tentunya menyebalkan bagi para pengguna setia Twitter.

Aturan Elon Musk yang baru adalah membatasi jumlah cuitan yang bisa dibaca oleh pengguna Twitter, terutama bagi pengguna baru dan pengguna gratisan.

Batasan awal Twitter untuk pengguna yang terverifikasi adalah 6.000 postingan per hari, pengguna yang belum diverifikasi 600 postingan per hari, dan akun baru yang belum diverifikasi hanya dapat membaca 300 postingan per hari.

Di penghujung hari, Musk melaporkan bahwa batas telah dinaikkan menjadi 10 ribu posting untuk pengguna terverifikasi, 1 ribu untuk pengguna yang tidak terverifikasi, dan 500 untuk akun baru.

Mantan anggota Fifth Harmony, Lauren Jauregui, pun membagikan pendapatnya setelah Elon Musk menetapkan aturan kontroversial itu. Lauren merasa bukan kebetulan bahwa pendiri Tesla menerapkan perubahan ini saat Amerika Serikat bersiap untuk siklus pemilihan presiden.

“Saya hanya ingin mengatakan bahwa penghancuran Twitter oleh Elon sebelum pemilihan bukanlah suatu kebetulan. Terutama mengingat sikap politiknya yang jelas,” kicau Lauren.

“Tempat ini telah menjadi salah satu alat regulasi paling efektif selama tahun 2020 dan ini adalah tempat di mana banyak wacana dan pertanggungjawaban terjadi. Harap dipahami bahwa tidak ada yang dilakukan oleh miliarder ini secara kebetulan.” tambahnya.

“Pelan tapi pasti adalah permainannya, jadi kami ceroboh daripada penuh perhatian. Ketika semuanya tampak acak dan membingungkan, ketahuilah bahwa itu bukan apa-apa. Cukup hubungkan titik-titiknya,” umbarnya dalam sebuah tweet di @LaurenJauregui

Leave a comment