Yogyakarta, 29 Juni 2023 – Sepanjang satu dekade terakhir, industri festival musik di Indonesia telah menghadapi masa yang menggairahkan. Dalam konteks ini, pertanyaan yang sering muncul adalah, seperti apa sebuah festival musik yang ideal? Prambanan Jazz Festival, yang telah menjadi salah satu festival musik ikonik di Indonesia, berusaha menjawab pertanyaan ini dengan menghadirkan konsep empat serangkai E + T: Entertainers, Entertainment, Experience, Expectation, dan Trust.
Entertainers dan Entertainment menjadi inti dari konsep ini. Prambanan Jazz Festival menampilkan deretan penampil yang memenuhi berbagai preferensi penonton, mulai dari penggemar jazz garis keras hingga penonton muda yang mencari artis baru. Sejak diadakan tujuh tahun yang lalu, festival ini telah menghadirkan kombinasi nama-nama legendaris seperti Kenny G, Boyz II Men, Rick Price, Sarah Brightman, Diana Krall, Boyzone, YANNI, Anggun, hingga Kahitna. Tidak hanya itu, festival ini juga mempersembahkan artis populer dalam negeri seperti Tulus, Trio Lestari, Maliq & D’Essentials, dan artis yang sedang naik daun seperti Yura Yunita, Ardhito Pramono, dan Danilla Riyadi.
Namun, Prambanan Jazz Festival tidak hanya menawarkan hiburan musik semata. Pengalaman yang ditawarkan oleh festival ini merupakan nilai tambah yang sulit dicari pada festival musik lainnya. Pikirkanlah, sebuah festival musik kontemporer diadakan di komplek candi Hindu yang berusia lebih dari seribu tahun. Jarak ribuan tahun memisahkan panggung musik yang meriah dan penuh warna dengan candi megah yang menjadi latar belakangnya.
Tiga elemen tersebut – Entertainers, Entertainment, dan Experience – kemudian melahirkan Expectation dan Trust di antara para penonton. Setiap tahun, Prambanan Jazz Festival berhasil menghadirkan festival yang mengesankan, membangun harapan dan rasa percaya pada penonton bahwa festival yang akan datang akan menyuguhkan kombinasi hiburan, line-up, dan pengalaman serupa atau bahkan lebih baik. Hal ini hanya dapat dicapai melalui kerja keras dan konsistensi dalam memberikan yang terbaik.
Pada tahun 2022, tiket Prambanan Jazz Festival terjual habis dengan cepat, bahkan sebelum diumumkan daftar penampil. Hal ini menunjukkan bahwa penonton telah memiliki Expectation dan Trust yang tinggi terhadap festival ini.
Tahun ini, Prambanan Jazz Festival 2023 akan menghadirkan kejutan dengan durasi penyelenggaraan yang lebih lama daripada konvensi umum. Festival ini akan berlangsung selama enam hari, yakni pada tanggal 7, 8, 9, 14, 15, dan 16 Juli 2023.
“Selain memberikan pengalaman baru bagi semua yang menghadirinya, PJF tahun ini akan berlangsung lebih lama dari biasanya, yaitu enam hari. Dengan penambahan durasi ini, kami akan menyuguhkan lebih banyak hal menarik. Dalam hal penampil, kami akan memboyong sembilan musisi internasional dan 60 musisi nasional,” ungkap pendiri Prambanan Jazz Festival, Anas Syahrul Alimi.
Prambanan Jazz Festival 2023 mengusung tema “Culture for the Future” dengan konsep “The Magical Experience”. Tema ini berangkat dari pemahaman bahwa budaya memiliki peran penting untuk masa depan kita. Di era di mana segalanya serba digital dan bahkan seni dapat digarap oleh kecerdasan buatan (AI), kebudayaan memungkinkan kita untuk tetap menghormati akar-akar kita sebagai manusia dan tetap berhubungan dengan bumi.
Konsep “The Magical Experience” dimaksudkan untuk memberikan pengalaman musik dan budaya yang imajinatif, yang akan dirasakan secara langsung dan menginspirasi semua orang yang hadir, termasuk penonton, musisi, dan pihak penyelenggara. Dalam penggunaan kata “magical” atau ajaib, Prambanan Jazz Festival memberikan jaminan bahwa acara ini akan memberikan pengalaman menonton festival yang magis dan menakjubkan.
Anas juga mengungkapkan beberapa musisi internasional yang akan tampil dalam PJF kesembilan. Salah satunya adalah Gipsy Kings by Andre Reyes, musisi asal Perancis yang telah dua kali meraih Grammy Award untuk Album Musik Dunia Terbaik dan BRIT Award sebagai Band Internasional Terbaik. Selain itu, musisi asal New York, Amerika Serikat, Lucky Chop, juga dijadwalkan untuk menghadirkan penampilan yang megah dan enerjik di depan Candi Prambanan.
Selain penampilan internasional, festival ini juga akan menampilkan musisi nasional yang menarik. Kahitna akan tampil selama tiga hari berturut-turut setiap pekannya, dan nama lainnya akan segera diumumkan. Beberapa musisi lain seperti Maliq & D’Essential, Dewa 19, Andien, dan Padi Reborn juga akan tampil dengan konsep yang berbeda pada setiap hari penampilan.
Inilah beberapa daftar line-up untuk Prambanan Jazz Festival 2023:
- Hari Pertama: Kahitna, Nadin Amizah, Pusakata, Hivi!, dan lainnya.
- Hari Kedua: Kahitna, Maliq & D’Essential, Arsi Widianto, Ardhito Promono, Bilal Indrajaya, dan lainnya.
- Hari Ketiga: Kahitna, Dewa 19, Java Jive, Yura Yunita, dan lainnya.
- Hari Keempat: Andien, D’Masive Jazz Project, TBA ft. UN1TY, Chandra Darusman, dan lainnya.
- Hari Kelima: Maliq & D’Essential, Krakatau x Barry Likumahua, Ahmad Dhani Electrical Band, Yovie & Nuno, Shaggydog, dan lainnya.
- Hari Keenam: Dewa 19, Padi Reborn, The Groove, Pamungkas, THE GENTLEMEN (Fariz RM, Deddy Dhukun, Mus Mujiono, Tony Wenas) ft. Profesor Adi Utari, dan lainnya.
Prambanan Jazz Festival 2023 akan menjadi festival musik yang menakjubkan dengan kombinasi penampil internasional dan musisi terkenal dari dalam negeri. Festival ini akan berlangsung selama enam hari dari tanggal 7 hingga 16 Juli 2023, dan diharapkan akan memberikan pengalaman budaya dan hiburan yang tak terlupakan bagi semua yang hadir.
Kuliner, Karakter Tokoh, dan Kolaborasi Visual: Prambanan Jazz Festival 2023
Prambanan Jazz Festival 2023, festival musik yang ditunggu-tunggu, akan menghadirkan tidak hanya hiburan musik yang menakjubkan, tetapi juga pengalaman kuliner yang otentik dan kolaborasi visual yang menarik. Dalam sebuah pernyataan, Direktur Utama Rajawali Indonesia, Tovic Raharja, mengungkapkan bahwa pihaknya akan tetap mengangkat potensi kuliner lokal dengan mengajak komunitas Pasar Kangen untuk berpartisipasi dalam Prambanan Jazz Festival 2023.
Dalam upaya untuk merespon konsep UMKM tradisional di Yogyakarta dan memuaskan kerinduan para penggemar Prambanan Jazz Festival terhadap kuliner khas Jogja, ide ini dipertahankan dalam penyelenggaraan tahun ini. Kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif pada perekonomian warga Yogyakarta yang terlibat dalam Pasar Kangen Prambanan Jazz Festival 2023.
Selain kolaborasi dengan Pasar Kangen, Prambanan Jazz Festival yang ke-9 ini juga akan melibatkan seniman visual untuk menciptakan karya seni yang mencerminkan nilai-nilai festival tahun ini. Salah satu seniman visual yang terlibat adalah Isa Indra Permana, seorang ilustrator asal Yogyakarta yang berfokus pada fesyen dan musik.
Tovic menjelaskan bahwa gaya ilustrasi Isa condong eksploratif dengan penggunaan warna kontras dan penggabungan karakter kartun, surealis, dan pop. Isa Indra Permana sendiri mengungkapkan bahwa konsep visual Prambanan Jazz Festival 2023 adalah perpaduan antara kultur dan futuristik yang menggambarkan suasana magis yang teduh, dengan latar belakang padang rumput yang memperindah suasana Roro, Hanoman, dan lainnya, yang sedang memainkan musik dengan riang gembira. Konsep ini juga terlihat jelas dalam kostum yang dikenakan oleh karakter-karakter dalam festival ini, seperti aksen visor pada mahkota Roro dan jam digital yang dipakai oleh Hanoman. Suasana tersebut akan dihidupkan dengan adanya becak futuristik yang berada di atas bukit dan mengalunkan lagu ke segala penjuru, sementara pohon-pohon di sekelilingnya menjadi ceria.
Prambanan Jazz Festival 2023 juga akan menampilkan 11 karakter yang memiliki konsep visual yang unik, seperti Ji (Anak) & Muninn (Bapak) yang menggambarkan sosok keluarga dan ayah yang pandai, Rho yang merupakan sosok penggila media sosial dan pencemar lingkungan, Lou sang Kreator Konten dan Dokumentator, Lugano yang mencerminkan karakter pecinta kuliner, Suri yang ceria dalam segala situasi, Patt & Lui yang suka bermain dan pecinta binatang, Agni yang merupakan “Lampu Teplok” dengan karakter perjuangan dan wawasan, Joyo yang digambarkan sebagai macan ceria yang menjaga, Achilles yang digambarkan sebagai “Bocah Kumbang”, dan Fungi yang merupakan jamur kembar yang melambangkan sosok yang suka memberikan fakta dan informasi menarik.
Oetjhi Candra, Project Manager Prambanan Jazz Festival #9 | 2023, menambahkan bahwa akan ada tiga panggung di Lapangan Brahma dan Lapangan Wisnu, Candi Prambanan, yang merespons berbagai area. Panggung utama, Roro Jonggrang, akan menampilkan seluruh headliner internasional dan nasional dengan latar belakang Candi Prambanan. Panggung Hanoman akan menampilkan musisi millenial nasional dan musisi pendatang baru sebagai dukungan bagi musisi lokal Indonesia. Sementara itu, Panggung Jazz for Kids akan menampilkan audisi musisi jazz cilik yang dikuratori oleh Tim Prambanan Jazz.
Edy Setijono, Direktur Utama PT. TWC (Taman Wisata Candi) menyambut baik kerjasama berkesinambungan dengan Prambanan Jazz Festival. Menurutnya, penyelenggaraan PJF 2023 di kompleks Candi Prambanan merupakan daya tarik tersendiri bagi wisatawan, yang akan menggabungkan keindahan pemandangan Candi Prambanan dengan konser musik yang berkualitas. PT. TWC berbangga dengan kehadiran Prambanan Jazz Festival yang telah berhasil menyedot animo masyarakat pecinta musik Indonesia selama delapan tahun berturut-turut. Festival ini juga menjadi salah satu strategi promosi pariwisata di Indonesia dan luar negeri yang memadukan keunikan destinasi bersejarah dengan musik.
Melalui Prambanan Jazz Festival, PT. TWC sebagai Indonesia Heritage Management menjalankan pilar bisnis pengelolaan yaitu Attraction. Salah satu implementasinya adalah dengan mengembangkan aktivitas seni dan budaya yang terkait dengan pariwisata, seperti pertunjukan seni, petualangan budaya, dan musik. Dengan penyelenggaraan PJF di Candi Prambanan, PT. TWC berharap dapat memberikan pengalaman dan nilai edukasi yang luar biasa bagi masyarakat melalui harmonisasi berbagai elemen yang disatukan melalui musik.
Prambanan Jazz Festival 2023 dijamin akan menjadi sebuah perayaan yang tidak hanya memanjakan telinga para penggemar musik, tetapi juga memuaskan selera kuliner dan kebutuhan visual para penonton. Dengan kombinasi yang menarik antara musik, kuliner, dan seni visual, festival ini menawarkan pengalaman unik yang tidak boleh dilewatkan.

Leave a comment