Sejumlah kalangan menyesalkan perbedaan penanganan antara kecelakaan kapal pengangkut imigran dibandingkan kapal selam Titanic yang tenggelam pada Minggu (18/6). Dalam laporan yang dirilis TRT World, media Turki itu mengangkat perbedaan dalam perhatian dan penanganan terhadap kedua tragedi tersebut oleh berbagai media massa.
Dalam kecelakaan kapal pengangkut imigran pada Rabu (14/6), tercatat setidaknya 82 orang meninggal dalam insiden itu, namun PBB menyatakan bahwa kemungkinan 500 orang lainnya telah tenggelam.
Dilaporkan, pemerintah Yunani dituduh mengabaikan tawaran untuk mengirim pesawat guna memantau kapal pengangkut imigran yang kemudian tenggelam dengan jumlah korban jiwa yang sangat besar, ujar pejabat perbatasan Uni Eropa.
Sementara tenggelamnya kapal selam Titanic yang berisikan dua warga kaya Pakistan, yakni Shazhada Dawood dan Suleman Dawood, bersama dengan miliarder Inggris, Hamish Harding dan jutawan AS, Stockton Rush justru lebih mendapatkan perhatian.
Amerika Serikat dan Kanada bahkan mengerahkan pesawat, kapal, sampai robot bawah laut untuk melakukan pencarian kapal selam yang membawa para miliarder tersebut. Ditambah, media di Eropa dan Amerika Utara membuat siaran langsung tanpa henti.
“Perbedaan perhatian pada dua bencana itu amat tidak bisa dimengerti,” kata dosen pada Queen Mary University of London, Laleh Khalili, sebagaimana dikutip TRT World.
Menurut Priyamvada Gopal, seorang dosen dari Universitas Cambridge, terdapat perbedaan yang jelas dalam penanganan kedua tragedi tersebut. “Kita hidup di dunia yang mengganggap nyawa sebagian orang lebih berharga dibandingkan nyawa banyak orang,” jelasnya seperti dikutip dari Al Jazeera.

Leave a comment