Suriah Kembali ke Liga Arab Setelah Ditangguhkan Selama Satu Dekade, Terlepas Tuai Keberatan dari Amerika Serikat

Suriah telah kembali menjadi anggota Liga Arab setelah lebih dari sepuluh tahun ditangguhkan karena perang saudara. Keputusan ini diumumkan di markas Liga Arab di Kairo pada hari Minggu [7/5] dan diambil menjelang KTT Liga Arab pada tanggal 19 Mei di Arab Saudi.

Beberapa negara di Timur Tengah juga telah memulai normalisasi hubungan dengan Suriah. Hubungan dijalin untuk mengakhiri perang saudara di Suriah, menangani masalah pengungsi, dan menghentikan perdagangan narkotika.

“Itu adalah keputusan berdaulat dari masing-masing negara untuk diambil,” kata Sekjen Liga Arab Ahmed Aboul Gheit seperti dikutip dari Reuters.

Suriah dihentikan keanggotaannya dari Liga Arab setelah Presiden Al-Assad memberikan perintah untuk menyerbu kamp demonstran selama unjuk rasa besar pada Maret 2011.

Sejak itu, negara tersebut terjerumus ke dalam perang saudara yang telah menewaskan setengah juta warga dan mengakibatkan 23 juta orang lainnya terpaksa mengungsi keluar Suriah.

Amerika Serikat [AS] pada hari Senin mengkritik keputusan Liga Arab itu dan menyatakan bahwa Presiden Bashar Assad tidak pantas untuk dinormalisasi setelah perang saudara yang brutal di negaranya.

“Kami tidak percaya bahwa Suriah pantas diterima kembali ke Liga Arab saat ini,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Vedant Patel, kepada wartawan

Ahmed Aboul Gheit, Sekjen Liga Arab, menyatakan bahwa kembali Suriah ke Liga Arab tidak berarti bahwa semua negara Arab akan melakukan normalisasi hubungan dengan Damaskus.

Menurut Gheit, keputusan ini berisi beberapa poin, salah satunya adalah partisipasi Suriah di Liga Arab dapat dilakukan secepat mungkin. Gheit menegaskan bahwa setiap negara memiliki keputusan berdaulat untuk diambil terkait hal ini.

Dengan kembali Suriah, Presiden Bashar Al-Assad dapat ambil bagian pada KTT Liga Arab jika berkenan. Gheit menyatakan bahwa jika Suriah diundang untuk bergabung dalam pertemuan tersebut oleh Arab Saudi dan Assad setuju, maka ia dapat berpartisipasi.

“Jika dia berkenan, karena Suriah, mulai malam ini adalah anggota penuh Liga Arab, dan mulai besok pagi mereka punya hak menempati kursi,” ujar Gheit.

“Saat undangan dikirim oleh negara tuan rumah, Arab Saudi, dan dia berkenan ikut serta, maka dia akan berpartisipasi,” ucap Gheit.

Leave a comment