Sebuah trailer film yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI) menerima berbagai respon dari warganet dan kehadirannya semakin dirisaukan. Kecerdasan buatan telah menjadi topik pembicaraan utama dalam diskusi online akhir-akhir ini berkat kemunculan program ChatGTP dan Bing AI.
Teknologi deepfake juga semakin banyak beredar, dimana generator dapat menggantikan wajah satu aktor dengan aktor lain dalam film yang terkenal. Namun, teknologi deepfake juga dapat digunakan untuk tujuan yang lebih jahat, dan itulah yang menjadi potensi bahaya dari penggunaan AI.
Melalui Twitter, @realchasecurtis membagikan trailer film yang dihasilkan oleh AI. Beberapa pengguna menyatakan kesulitan untuk membedakan dan mempercayai bahwa trailer film tersebut merupakan hasil karya AI.
Joe Russo, sutradara film blockbuster dari Marvel Studios, mengatakan bahwa dalam waktu dua tahun mendatang teknologi AI tak hanya akan bisa memproduksi trailer saja, tapi juga film secara keseluruhan. Dikutip dari Variety, ia juga menyatakan bahwa AI nantinya dapat merekayasa dan mengubah penceritaan di dalam film serta membuat tayangan tersebut sesuai dengan perintah.
“Kalian bisa masuk ke rumah dan menyimpan AI di platform streaming. ‘Hei, aku ingin film yang dibintangi oleh avatar fotoreal diirku dan avatar fotoreal Marilyn Monroe. Aku ingin itu menjadi rom-com karena aku mengalami hari yang berat,” kata Russo.
Trailer film ini hanyalah sekadar tampilan lucu tentang apa yang dapat dicapai oleh AI dan mungkin sulit dihadapi, jika melihat reaksi pengguna lainnya. Namun, mengingat beberapa konten yang dihasilkan AI dan terlihat sangat nyata yang telah muncul di internet dalam beberapa bulan terakhir, beberapa di industri hiburan mungkin merasa waspada terhadapnya. Seiring teknologi terus berkembang, sayangnya mudah membayangkan masa depan di mana AI menjadi pengganti untuk banyak pekerjaan di Hollywood.
